Di Mana Kita Bisa Membaca Buku Gratisan? Review Perpustakaan Digital iPusnas

January 25, 2020

review perpustakaan digital ipusnas

Di hari Imlek yang sendu dan dingin karena hujan seharian ini, saya dibuat tambah sedih dengan sebuah postingan di grup Facebook.

Dalam postingan itu penulisnya bercerita kalau selama ini sangat menikmati bisa membaca cerita-cerita berseri yang ada di grup dengan gratisan. Tapi kemudian dia kesal karena menjelang akhir cerita, e… malah ada pengumuman open PO untuk beli buku.

Lah dimana masalahnya kalau penulis cerita tersebut dapat rejeki bisa membukukan cerita berserinya? Bukankah sebagai pembaca kita malah perlu mendukungnya dengan membeli karyanya tersebut?

Yang menjadi masalah adalah ketika si pembaca tidak punya cukup uang untuk bisa membeli buku yang open PO tersebut.

Yaelah...pelit banget sih. Paling juga bukunya seharga 2 mangkuk bakso di mall atau selembar jilbab cantik. 

Heits! Jangan gitu lah. Nggak semua orang punya keleluasan untuk bisa beli buku dengan budget yang cukup. Ada yang namanya prioritas dalam hidup.

Bisa jadi bulan ini nggak bisa beli buku karena harus ganti oli motor suaminya atau beli pakaian anak yang sudah kekecilan. Atau bahkan mungkin harus membeli buku lain yang sudah lama bertengger dalam daftar wishlist book selama berbulan-bulan. #pengalamanpribadi

Jadi gimana dong solusi kepingin membaca tapi nggak punya uang untuk beli buku? Kalau curhat di grup kan jadi dibully Netizen Yang Maha Benar Dengan Segala Firmannya itu.

Don’t worry. Be happy!

Banyak jalan menuju bisa menikmati buku berkualitas dengan gratis kok. Nggak perlu buka dompet dan bahkan nggak perlu ganti baju untuk pergi mendapatkannya. Luar biasa banget kan?

Yuk kenalan sama Aplikasi iPusnas

iPusnas ini adalah perpustakaan buku-buku digital yang bisa kamu akses gratis dari smartphone-mu. Nggak pake ribet, nggak pake mahal. Cukup men-download-nya saja di apps store buat yang punya smartphone android.

Teman-teman bisa mencari dengan berbagai macam kategori di sana. Panjang banget loh itu kategori yang tersedia.

Mau cari novel-novelnya Tere Liye, Dee Lestari, Eka Kurniawan, ada. Mau cari buku agama, ada. Sampai buku resep dan komik untuk anak-anak juga ada.

iPusnas ini cocok sekali buat teman-teman yang budget bukunya terbatas, namun memerlukan buku untuk menjawab masalah tertentu. Segala macam masalah ternyata ada bukunya loh.

Nggak punya duit? Nggak bisa ngatur waktu? Bingung ngurus anak-anak? Coba lihat betapa banyaknya buku yang menawarkan solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah sejenis ini. Sekarang solusinya tinggal one click away.


Bagaimana sih cara baca buku di iPusnas?

Asli nggak ribet loh bisa baca buku gratisan di iPusnas. Berikut saya kasih panduannya.

#1 Download aplikasi di smartphone

Sebenarnya beberapa waktu lalu, saya pernah bisa baca buku iPusnas di desktop. Tapi sekarang saya nggak ketemu lagi caranya. Sepertinya sekarang iPusnas memang hanya untuk dibaca di smartphone saja.

Teman-teman bisa mendownload aplikasinya di apps store untuk android. Dan langsung mendaftarkan diri dengan email atau facebook.

#2 Memilih book category

Tampilan iPusnas cukup sederhana dan tidak membingungkan kok. Pertama kamubisa mencari kategori buku yang diinginkan. Atau jika sudah tahu judul atau pengarang buku yang ingin dicari, bisa langsung ditulis dibagian kolom pencarian.

aplikasi iPusnas


#3 Pinjam buku

Setelah menemukan buku yang sesuai, kita bisa lihat ada berapa copy yang tersedia. Di situ kita bisa klik tombol borrow/pinjam. Terkadang jika bukunya laris manis, kita diminta menunggu dulu dalam antrian (queque). Sabar saja, dan coba lagi setelah beberapa waktu. Siapa tahu ada yang sudah mengembalikan bukunya.

Emang harus dikembalikan? 

Ya betul, buku yang kita pinjam memang harus dikembalikan. Sama seperti meminjam manual di perpustakaan. Cuma kita nggak perlu ribet keluar rumah. Dalam 2 minggu, sistem akan otomatis mengambil buku yang kita pinjam di iPusnas. Tenang, nggak ada denda di sini. Terharu banget nggak sih...

#4 Konfirmasi buku yang akan dipinjam

Perlu waktu beberapa saat untuk buku masuk ke laci akun kita setelah kita mengkonfirmasi buku yang akan dipinjam. Ini juga bergantung kecepatan internetmu.

aplikasi iPusnas

#5 Buku pun siap dibaca

Buku yang sudah terdownload sempurna, bisa kita lihat dibagian shelf/laci buku akun kita. Maksimal kita boleh meminjam 2 buku. Iyalah, jangan maruk ya. Tamatkan dulu satu demi satu buku, baru pinjam lagi.

Menurut saya tampilan buku di iPusnas cukup bagus. Kita bisa mengatur transisi halamannya apakah mau ke bawah, ke samping, atau bahkan mau dibalik kaya buku fisik. Kalau saya sih paling suka yang ke samping saja.

aplikasi iPusnas

Kekurangan iPusnas

Salah satu kekurangan iPusnas yang agak mengganggu adalah saat asyik membaca, tiba-tiba bukunya menutup sendiri.  Kita harus membuka lagi aplikasinya atau bahkan men-download bukunya kembali.

Sepertinya aplikasinya masih akan terus disempurnakan. Kita tunggu saja.

Eh, emang penulis atau penerbitnya nggak rugi ya kalau kita bisa baca buku gratis seperti ini?

Kalau buku-buku yang di iPusnas saya lihat sih buku-buku yang tahun terbitnya beberapa waktu ke belakang. Bisa jadi itu buku-buku yang umumnya sudah balik modal saat dijual di toko buku. Seperti novel Bumi-nya Tere Liye atau Cantik Itu Luka-nya Eka Kurniawan misalnya.

Atau bisa jadi juga, buku-buku di iPusnas malah seperti iklan. Ketika kita sudah baca isinya, kita jadi sangat tertarik untuk memiliki buku fisiknya.

Ini seperti ketika saya baca trilogi Crazy Rich Asians. Terharu deh bisa baca buku bestseller internasional ini secara gratis.

Saya benar-benar jatuh cinta sama 3 buku ini. Walau sudah khatam baca semuanya, saya malah meletakkan buku ini dalam daftar atas wishlist book yang perlu saya beli. Karena saya merasa ingin punya buku fisiknya yang bisa ditandai bagian yang bagus-bagusnya dan bisa dibaca setiap saat saya perlu.

Andai saya nggak dapat kesempatan baca isi buku ini, kayanya saya nggak terlalu yakin mau mengeluarkan uang 300 ribu rupiah untuk buku yang biasanya hanya bisa kita lihat dalam kemasan sampul plastik rapi di toko buku.

Memberikan pembaca kesempatan untuk membaca seluruh isi buku, malah bisa meningkatkan penjualan. Mungkin ada juga orang yang baru baca separuh, tapi dia lantas merasa lebih nyaman jika membaca dalam bentuk fisik saja.

Memang sih kalau buku yang baru terbit di toko buku, belum bisa kita temui di iPusnas. Ssssttt kalau untuk buku-buku terbaru, adanya di Gramedia Digital Premium yang harganya Rp 89.000,- per bulan. Nanti ya saya cerita soal yang ini.

Oh iya, iPusnas ini ada sepupunya loh. Namanya iJakarta. Sama-sama perpustakaan digital yang tampilannya hampir sama. Kalau tidak menemukan buku tertentu di iPusnas, boleh lah melipir ke iJakarta juga. Ah...senangnya kalau banyak buku digital yang bisa kita pinjam bebas seperti ini.

Bagaimana pun, iPusnas sangat membantu kita untuk bisa membaca buku dengan MUDAH dan GRATIS. Jadi nggak ada alasan lagi untuk tidak bisa menikmati buku.

You Might Also Like

1 comments

  1. Saya kira penulis buku tidak rugi.saya misalnya, yang suka re-read buku, akan tetap beli buku bagus meski sdh baca di i-Pusnas. Semata karena senang aja mengulang2 baca buku tertentu

    ReplyDelete

Follow Me on Facebook

Follow Me on Twitter

Contact Me

Name

Email *

Message *