MURDER ON THE ORIENT EXPRESS, ARTI KEADILAN BAGI HERCULE POIROT

November 10, 2018

Murder on the Orient Express Agatha Christie
Sumber: IMDb

Ada yang suka baca kisah-kisah detektif?
Atau masih suka ketuker-ketuker antara Hercule Poirot, Mrs. Marple, dan Sherlock Holmes? Mana yang tokohnya Agatha Christie dan mana yang Sir Arthur Conan Doyle?

Tapi nggak masalah kok, teman-teman tetap bisa menikmati film dengan tema detektif berjudul Murder on the Orient Express ini. Filmnya cakep banget. Jadi wajar saja kalau pendapatannya bisa mencapai 353 juta dollar, padahal modalnya hanya 55 juta dollar sajah.


Filmnya bercerita tentang apa?

Film ini bercerita tentang pembunuhan yang terjadi di kereta api mewah Orient Express dalam perjalanan dari Istanbul ke London. Ditengah jalan, kereta mereka terhenti karena terkena longsoran badai salju.

Pada suatu malam terjadi sebuah pembunuhan terhadap seorang penumpang yang berprofesi sebagai pengusaha hitam bernama Edward Ratchett (Johnny Depp). Terdapat 12 tusukan pisau di tubuh Ratchett. 

Untung saja di kereta api tersebut ada detektif terkenal Hercule Poirot (Kenneth Branagh). Detektif Belgia ini segera saja melakukan penyelidikan terhadap sejumlah penumpang. Ada 12 penumpang yang bisa saja menjadi tersangka pembunuh.


Poirot on Murder on The Orient Express
"My name is Hercule Poirot and I probably the best dectective in the world." (Sumber IMDb)

Poirot menemukan kalau Ratchett sebenarnya adalah John Cassetti, seseorang yang pernah menjadi penculik dan pembunuh seorang anak bernama Daisy Amstrong. 

Beberapa tahun sebelumnya Daisy Amstrong diculik dari kamarnya. Walau orang tuanya telah membayar uang tebusan, Daisy tetap dibunuh.

Selanjutnya ceritanya jadi panjang. Ibu Daisy, Sonia saking shocknya jadi melahirkan bayi prematur. Sonia meninggal tak lama kemudian. Ayahnya juga akhirnya bunuh diri. Pengasuh keluarga bernama Susanne, sempat dituduh terlibat. Sedihnya, Susanne memilih bunuh diri sebelum akhirnya terbukti bahwa ia tidak bersalah. Pokoknya banyak banget duka cita karena kasus itu.

Nah ternyata, penumpang di Orient Express satu sama lain punya hubungan dengan kasus ini. Cuma siapa nih yang paling berkepentingan untuk membunuh Ratchett?

Apa yang membuat film ini menarik?

Film  ini bertaburan bintang beken yang enak buat dilihat. Ada Kenneth Branagh sebagai Hercule Poirot sekaligus sebagai produser dan sutradara (duh maruk ya). Ada Penélope Cruz sebagai Pilar Estravados, Willem Dafoe sebagai  Gerhard Hardman, Johnny Depp sebagai Edward Ratchett, dan Michelle Pfeiffer sebagai Caroline Hubbard.

Cinematografinya juga bagus banget. Padahal kan settingnya cuma di dalam kereta saja yang utama. Hanya saja karena kereta ceritanya terhenti akibat badai salju, ada juga adegan-adegan yang diambil di luar kereta. 

Saya juga suka ceritanya yang unik dan bikin penasaran. Jadi siapa sih pembunuhnya? Kebetulan saya memang belum baca juga novelnya, jadi ikut penasaran menebak-nebak.

Salah satu yang bikin kisah yang dipublikasikan Agatha Christie pada 1 Januari 1934 ini terkenal, adalah karena akhir ceritanya yang unik. Poirot yang biasanya hitam-putih, ternyata bisa juga memilih mengambil keputusan abu-abu.


I have understood in this case that the scales of justice cannot always be evenly weighed and I must learn for once to live with the imbalance. There are no killers here, only people who deserve a chance to heal. 


Tentang Agatha Christie

Nonton film Murder on the Orient Express bikin saya jadi kepingin baca lagi karya-karya penulis kelahiran 15 September 1890 ini. Tau nggak, kalau bukunya Agatha Christie itu telah terjual sebanyak 2 millar eksemplar loh!

Sebenarnya Christie sempat ditolak karyanya beberapa kali. Novel pertamanya Misteri di Styles (The Mysterious Affair at Styles) yang ditulis tahun 1916 akhirnya terbit pada tahun 1920. 

Dalam 56 tahun hingga kematiannya pada 12 Januari 1976 (85 tahun), Christie telah menghasilkan 66 novel detektif dan sejumlah cerita pendek. Bisa 2 hingga 3 novel ia hasilkan per tahun. Produktif banget ya.

Christie sempat bekerja sebagai apoteker. Itu sebabnya banyak kisah pembunuhan dilakukan dengan racun. 

Pada usia 24 tahun, Agatha Miller menikah dengan Archibald Christie. Sayangnya pernikahan mereka tidak langgeng. Tahun 1926 akhir, suaminya meminta untuk bercerai karena mencintai perempuan lain. 

Wah kebayang dong sedihnya. Mana pada awal tahun itu ibunya meninggal. Pada suatu malam setelah bertengkar dengan suaminya, Christie menghilang selama 10 hari. 

Semua orang ikut sibuk mencarinya. Termasuk Sir Arthur Conan Doyle (1859 - 1930) si pengarang Sherlock Holmes itu. Mereka memang sempat hidup di masa yang sama. Agatha Christie memang mengagumi karya-karya seniornya ini. 

Akhirnya ditemukan Christie menginap di sebuah hotel. Oleh dokter ia didiagnosis mengalami amnesia. Tapi ada dugaan bahwa ia sebenarnya berencana bunuh diri untuk memojokkan suaminya. Wallahualam. 

Dalam novel-novel Christie, ada 2 tokoh detektif. Hercule Poirot menjadi tokoh dalam 33 novel, sementara Mrs. Marple menjadi tokoh dalam 12 novel. Agatha Christie sendiri sepertinya tidak terlalu suka dengan Poirot ia yang ia nilai begitu egois. Dalam beberapa bagian, ia terasa seperti ingin mematikan karakter tersebut. Pengarang yang unik ya beliau.

Dari suami pertamanya, Agatha Christie memiliki seorang anak, Rosalind yang lahir pada Agustus 1919. Setelah resmi bercerai ia bertemu dengan Sir Max Mallowan, seorang arkeologis yang 13 tahun lebih muda darinya. Mereka menikah pada tahun 1928, dan bersama hingga Agatha Christie wafat.

Bagaimana teman-teman? Kangen kembali baca karya-karya Agatha Christie? Kalau kamu suka cerita Agatha Christie yang mana?





#ODOPNovemberChallenge
#sabtufilm_ceritashanty
750 kata - 1,5 jam

You Might Also Like

0 comments

Follow Me on Facebook

Follow Me on Twitter

Contact Me

Name

Email *

Message *